Kabupaten Sleman terus berkomitmen untuk melestarikan budaya Jawa, salah satunya melalui gelaran Lomba Pranatacara tingkat remaja yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Disbud). Lomba ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berbahasa dan berbudaya Jawa secara halus dan benar, sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan leluhur.
Pada lomba yang baru-baru ini diadakan, para peserta menunjukkan bakat luar biasa dalam membawakan acara layaknya seorang pranatacara profesional. Mereka tidak hanya dituntut untuk hafal naskah, tetapi juga harus memahami intonasi, gestur, dan unggah-ungguh (tata krama) dalam setiap ucapan. Ini bukan sekadar ajang adu bakat, melainkan juga proses pembelajaran yang mendalam tentang filosofi di balik setiap kata dan gerak.
Dari sekian banyak peserta yang berpartisipasi, nama Ajeng dari sebuah sekolah di Sleman berhasil mencuri perhatian dewan juri. Dengan penampilan yang memukau dan pembawaan yang santun, Ajeng sukses meraih Juara 2 dalam lomba tersebut. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat melestarikan budaya Jawa masih hidup subur di kalangan remaja.
Kini, dengan predikat Juara 2, Ajeng akan melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu mewakili Kabupaten Sleman dalam Lomba Pranatacara tingkat Provinsi DIY. Tentu ini menjadi tantangan sekaligus kehormatan yang besar. Lomba di tingkat provinsi akan mempertemukan Ajeng dengan para pranatacara remaja terbaik dari seluruh kabupaten/kota di DIY.
“Saya sangat bersyukur atas prestasi ini dan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama Sleman di tingkat provinsi,” ujar Ajeng dengan nada penuh semangat.
Keberhasilan Ajeng dan para peserta lainnya adalah cerminan dari keberhasilan program pelestarian budaya yang dijalankan oleh Disbud Sleman. Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, akan lahir lebih banyak lagi generasi muda yang tidak hanya pandai berbahasa Jawa, tetapi juga bangga menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.