Setiap kali kita menghirup napas, kita sedang menikmati fasilitas gratis terbesar di bumi yang disediakan oleh tumbuh-tumbuhan. Pohon sering kali dijuluki sebagai “paru-paru dunia”, dan julukan itu bukan sekadar hiasan. Lewat proses fotosintesis, klorofil pada daun mengubah karbondioksida dan air menjadi gula serta oksigen (O2) yang menjadi penyambung hidup manusia.
Namun, pernahkah Anda penasaran, jika dihitung secara matematis, sebenarnya berapa banyak oksigen yang mampu dihasilkan oleh sebatang pohon? Apakah satu pohon cukup untuk menghidupi satu orang? Mari kita bedah angkanya.
Angka Rata-Rata: Berapa Banyak Oksigen per Pohon?
Secara umum, para ahli botani dan lingkungan hidup memiliki tolok ukur rata-rata untuk pohon dewasa yang sehat dan berdaun lebat.
Menurut data dari U.S. Department of Agriculture (USDA), sebatang pohon dewasa yang sehat dalam satu tahun rata-rata mampu menghasilkan sekitar 118 kilogram (kg) oksigen.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita bandingkan dengan kebutuhan manusia:
-
Satu orang manusia dewasa rata-rata menghirup sekitar 260 kg hingga 290 kg oksigen per tahun (atau sekitar 700 hingga 800 gram per hari).
-
Artinya, satu pohon dewasa rata-rata mampu menyuplai kebutuhan oksigen untuk 2 orang manusia.
Faktor yang Memengaruhi Produksi Oksigen
Angka 118 kg di atas bukanlah angka mati. Jumlah oksigen yang dilepaskan pohon sangat bervariasi dan bergantung pada beberapa faktor krusial berikut:
1. Ukuran dan Usia Pohon
Pohon yang besar dan tua (namun masih sehat) memiliki area permukaan daun yang jauh lebih luas dibandingkan pohon muda. Semakin banyak jumlah daunnya, semakin masif proses fotosintesis yang terjadi, sehingga oksigen yang dilepaskan pun semakin melimpah.
2. Spesies dan Jenis Pohon
Tidak semua pohon diciptakan sama dalam hal memproduksi oksigen. Pohon dengan daun lebar dan tumbuh cepat biasanya memproduksi oksigen lebih banyak daripada pohon jarum (konifer).
Beberapa jenis pohon yang dikenal sebagai “raja penghasil oksigen” di antaranya:
-
Pohon Beringin (Ficus benjamina): Memiliki tajuk yang sangat luas dan daun yang rimbun.
-
Pohon Trembesi (Samanea saman): Selain menyerap CO2 dalam jumlah raksasa (sekitar 28 ton per tahun), pohon ini juga melepaskan oksigen yang sangat besar.
-
Pohon Mahoni dan Jati: Pohon-pohon berkayu keras dengan metabolisme yang stabil.
3. Lingkungan dan Sinar Matahari
Karena fotosintesis membutuhkan cahaya matahari, pohon yang tumbuh di daerah tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun (seperti Indonesia) akan jauh lebih produktif menghasilkan oksigen dibandingkan pohon di daerah empat musim yang sempat “tidur” saat musim dingin.
Hubungan Timbal Balik: Penyerapan Karbon
Berbicara tentang oksigen tidak bisa dilepaskan dari karbondioksida (CO2). Sambil memproduksi oksigen, sebatang pohon dewasa juga bertindak sebagai “penyaring udara” dengan menyerap sekitar 22 kg karbondioksida per tahun dari atmosfer dan menguncinya di dalam batang, akar, dan tanah.
Proses ini digambarkan secara sederhana dalam tabel berikut:
| Aktivitas Pohon Dewasa (Per Tahun) | Jumlah Rata-Rata | Dampak untuk Manusia |
| Produksi Oksigen (O2) | + 118 kg | Mencukupi kebutuhan napas 2 orang |
| Penyerapan Karbon (CO2) | + 22 kg | Mengurangi efek rumah kaca & polusi |
| Penyaringan Debu/Partikel | Hingga 1,3 kg | Udara sekitar menjadi lebih bersih |
Kesimpulan
Jika satu pohon mampu menghidupi dua orang, maka menebang sebatang pohon dewasa sama saja dengan memutus suplai oksigen gratis untuk dua kehidupan. Di tengah meningkatnya polusi udara dan pemanasan global, menanam pohon bukan lagi sekadar kegiatan pencitraan lingkungan, melainkan investasi nyata untuk napas kita di masa depan.
Satu pohon mungkin terlihat kecil, tetapi ia adalah pabrik oksigen tanpa suara yang terus bekerja demi kelangsungan hidup kita semua. Sudahkah Anda menanam pohon hari ini?