Semangat menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar slogan di SMAN 1 Seyegan. Setiap Jumat pagi, suasana sekolah tampak berbeda dan lebih dinamis. Melalui inisiatif Green Club, seluruh warga sekolah bergerak bersama dalam kegiatan rutin Jumat Bersih. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen kader Adiwiyata sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang asri, sehat, dan berkelanjutan.
Green Club sebagai Motor Penggerak
Green Club SMAN 1 Seyegan bukan sekadar ekstrakurikuler biasa. Mereka adalah barisan terdepan atau “kader muda” yang memegang mandat sebagai agen perubahan lingkungan. Dalam kegiatan Jumat Bersih, anggota Green Club berperan sebagai koordinator yang memandu teman-temannya dalam mengelola kebersihan di berbagai zona sekolah.
“Tujuan kami bukan hanya membersihkan sampah, tapi menanamkan kesadaran bahwa sekolah adalah rumah kedua kita. Jika lingkungan bersih, belajar pun jadi nyaman,” ujar salah satu koordinator Green Club.
Aksi Nyata: Lebih dari Sekadar Memungut Sampah
Kegiatan Jumat Bersih di SMAN 1 Seyegan dilakukan secara terukur dan edukatif. Beberapa fokus utama kegiatan ini meliputi:
-
Pilah Sampah dari Sumbernya: Kader Adiwiyata mengedukasi siswa untuk memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik nantinya diolah menjadi kompos untuk taman sekolah.
-
Pemeliharaan Taman Sekolah: Tidak hanya menyapu, siswa juga melakukan pendangiran tanah dan pemangkasan tanaman agar vegetasi di sekolah tetap subur.
-
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN): Melakukan pengecekan saluran air dan bak penampungan untuk memastikan sekolah bebas dari risiko penyakit demam berdarah.
-
Revitalisasi Apotek Hidup: Merawat tanaman obat keluarga (TOGA) yang menjadi salah satu keunggulan sarana lingkungan di SMAN 1 Seyegan.
Membangun Karakter Melalui Adiwiyata
Program Adiwiyata di SMAN 1 Seyegan bertujuan membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan (eco-friendly). Jumat Bersih menjadi laboratorium karakter di mana nilai-nilai gotong royong, tanggung jawab, dan disiplin dipraktikkan secara langsung.
Partisipasi aktif guru dan staf dalam kegiatan ini juga menunjukkan adanya sinergi yang kuat, sehingga transformasi budaya bersih dapat tercipta secara menyeluruh di lingkungan sekolah.
Tabel: Dampak Positif Jumat Bersih di SMAN 1 Seyegan
| Aspek | Dampak yang Dirasakan |
| Kesehatan | Lingkungan sekolah lebih higienis dan udara terasa lebih segar. |
| Estetika | Area sekolah terlihat rapi dan asri, mendukung suasana belajar yang kondusif. |
| Edukasi | Siswa memahami cara pengelolaan sampah dan perawatan tanaman secara praktis. |
| Sosial | Mempererat hubungan antarwarga sekolah melalui kerja bakti bersama. |
“Sekolah Adiwiyata bukan tentang mendapatkan penghargaan semata, melainkan tentang membangun kebiasaan baik yang akan dibawa siswa hingga mereka dewasa nanti.”
Kesimpulan
Kegiatan Jumat Bersih yang dipelopori oleh Green Club SMAN 1 Seyegan merupakan manifestasi nyata dari semangat kader Adiwiyata. Dengan konsistensi yang terjaga, SMAN 1 Seyegan tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki cinta dan kepedulian mendalam terhadap bumi.