1. Statistik dan Realitas Berdasarkan Data

Beberapa penelitian internasional sering kali menempatkan Indonesia pada posisi yang perlu perhatian serius:

  • Skor Rata-rata: Berdasarkan data dari World Population Review, rata-rata IQ penduduk Indonesia berada di kisaran 78,49. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi bawah di antara negara-negara Asia Tenggara.

  • PISA Ranking: Skor Programme for International Student Assessment (PISA) yang mengukur literasi, matematika, dan sains siswa usia 15 tahun (Gen Z) di Indonesia menunjukkan tren stagnan atau sedikit menurun dalam satu dekade terakhir.


2. Mengapa Skor Terlihat Rendah?

Rendahnya skor IQ secara kolektif pada Gen Z Indonesia bukan karena faktor genetik, melainkan faktor lingkungan dan sistemik:

A. Masalah Stunting dan Nutrisi

IQ sangat dipengaruhi oleh perkembangan otak di 1.000 hari pertama kehidupan. Indonesia masih berjuang melawan angka stunting. Anak yang mengalami malnutrisi kronis cenderung memiliki perkembangan kognitif yang tidak optimal.

B. Kualitas Sistem Pendidikan

Kurikulum yang lebih menekankan pada hafalan daripada berpikir kritis (critical thinking) dan pemecahan masalah membuat siswa kurang terbiasa dengan soal-soal standar tes IQ yang mengandalkan logika abstrak.

C. Konsumsi Konten Digital

Gen Z adalah digital natives. Namun, paparan berlebih pada konten berdurasi pendek (seperti TikTok/Reels) secara berlebih dikhawatirkan menurunkan rentang perhatian (attention span) dan kemampuan berpikir mendalam (deep thinking).


3. Sisi Lain: Pergeseran Jenis Kecerdasan

Meskipun skor IQ (kecerdasan logis-matematis) menjadi sorotan, Gen Z Indonesia menunjukkan keunggulan di bidang lain yang sering kali tidak terukur oleh tes IQ tradisional:

  • Kecerdasan Digital: Kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru jauh lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.

  • Kreativitas dan Kewirausahaan: Banyak Gen Z yang mampu menciptakan peluang ekonomi melalui platform digital dengan cara-cara inovatif.

  • Kecerdasan Sosial dan Kesadaran Isu: Mereka lebih peka terhadap isu kesehatan mental, lingkungan, dan kesetaraan sosial.


4. Efek Flynn yang Terbalik?

Secara global, terdapat fenomena yang disebut Flynn Effect, di mana skor IQ naik setiap dekade. Namun, di beberapa negara maju dan berkembang, mulai terlihat tanda-tanda Reverse Flynn Effect (penurunan skor IQ). Di Indonesia, tantangannya adalah memastikan bahwa kemajuan teknologi justru meningkatkan kapasitas otak, bukan sebaliknya.


Kesimpulan: IQ hanyalah salah satu indikator kecerdasan. Namun, bagi Gen Z Indonesia, peningkatan kualitas nutrisi dan transformasi pendidikan menuju logika analitis adalah kunci agar mereka mampu bersaing di panggung global.