Prestasi membanggakan kembali diukir oleh karya muda Daerah Istimewa Yogyakarta. Kontingen pelajar dari SMAN 1 Seyegan sukses menyabet gelar Juara V dalam ajang Lomba Film Dokumenter Kebudayaan tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman.
Dalam kompetisi antarpelajar tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Sleman ini, tim film SMAN 1 Seyegan tampil mencuri perhatian lewat pendekatan narasi yang berakar kuat pada kearifan lokal. Mengangkat tema kuliner tradisional sebagai budaya dan identitas daerah, karya dokumenter mereka berhasil menonjolkan bagaimana racikan resep warisan leluhur bukan sekadar pemuas lapar, melainkan simbol sejarah, kehangatan sosial, dan identitas warga Sleman.
Kuliner Tradisional dalam Lensa Dokumenter
Melalui riset mendalam dan visualisasi yang estetis, para siswa SMAN 1 Seyegan menelusuri sudut-sudut kuliner khas daerah yang kaya akan nilai sejarah. Mulai dari proses pembuatan secara tradisional yang mempertahankan teknik lama, penggunaan bahan-bahan lokal, hingga filosofi budaya yang terkandung dalam setiap hidangan.
“Kuliner adalah bahasa kebudayaan yang paling mudah dirasakan dan diingat,” ungkap tim pembuat film SMAN 1 Seyegan saat menjelaskan konsep karya mereka. Melalui sudut pandang sinematik, mereka ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa memelihara cita rasa lokal berarti menjaga keberlanjutan warisan leluhur.
Dorong Generasi Muda Cintai dan Lestarikan Budaya Lokal
Pihak sekolah dan juri mengapresiasi tinggi atas pencapaian ini. Keberhasilan meraih peringkat kelima dari puluhan karya peserta sekolah se-Kabupaten Sleman menjadi bukti bahwa kreativitas sinematografi pelajar dapat dipadukan secara harmonis dengan misi pelestarian budaya.
Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman berharap melalui ajang film dokumenter ini, generasi muda semakin aktif mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan ragam budaya daerah. Bagi SMAN 1 Seyegan, raihan prestasi ini bukan sekadar piala atau piagam penghargaan, melainkan batu loncatan untuk terus berkarya dan menyuarakan potensi lokal lewat media audio-visual.