SEYEGAN, SLEMAN — Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Seyegan resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7). Acara pembukaan yang berlangsung khidmat di lapangan utama sekolah ini mengusung komitmen kuat melalui tema besar, yakni mewujudkan Pelajar Jogja yang bersih dari tindakan kekerasan, penyalahgunaan narkoba, pornografi, serta pornoaksi. Kepala SMAN 1 Seyegan dalam sambutannya menegaskan bahwa MPLS tahun ini fokus pada penguatan karakter dan pemanfaatan teknologi secara bijak guna membentengi moral siswa dari tantangan sosial modern.
Sebagai wujud nyata dari tema tersebut, pihak sekolah memprioritaskan edukasi preventif untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif. Seluruh peserta didik baru diajak untuk mendeklarasikan ikrar bersama yang menolak keras segala bentuk perundungan (bullying), tawuran, jeratan zat adiktif, hingga konten pornografi yang dapat merusak kesehatan mental remaja. Pihak sekolah berharap momentum ini dapat menanamkan kesadaran etika dan budaya ketimuran yang melekat erat pada citra Pelajar Jogja yang humanis dan berprestasi.
Untuk menyukseskan komitmen ini, panitia MPLS SMAN 1 Seyegan bersinergi dengan aparat penegak hukum dan ahli konseling guna memberikan materi edukatif selama beberapa hari ke depan. Rangkaian kegiatan yang diawali dengan penyematan tanda peserta secara simbolis ini diharapkan tidak hanya mengenalkan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga mencetak generasi muda sebagai agen perubahan (agent of change). Melalui langkah awal ini, SMAN 1 Seyegan optimistis dapat melahirkan lulusan unggul yang siap berkontribusi menekan angka kriminalitas remaja di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.