Kemeriahan menyelimuti Kapanewon Seyegan saat masyarakat tumpah ruah merayakan Kirab Budaya Mbah Bergas 2026. Sebagai salah satu institusi pendidikan terbesar di wilayah tersebut, SMAN 1 Seyegan turut ambil bagian dengan mengirimkan kontingen unggulannya untuk memeriahkan iring-iringan budaya tahunan ini.


Rute Perjalanan Menuju Petilasan

Prosesi kirab dimulai sejak pagi hari dengan titik kumpul di lapangan sepak bola SMAN 1 Seyegan. Dari titik keberangkatan tersebut, ratusan peserta berjalan kaki menempuh rute menuju Dusun Ngino. Perjalanan berakhir dengan khidmat di kawasan Ringin Petilasan Mbah Bergas, sebuah tempat yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi masyarakat setempat.

Kolaborasi Tonti, KKO, dan Pramuka

SMAN 1 Seyegan tampil mencolok dengan barisan yang tertata rapi dan penuh energi. Sekolah menurunkan tiga pilar utama kesiswaannya untuk menunjukkan perpaduan antara kedisiplinan, ketangkasan fisik, dan karakter kepanduan:

  1. Peleton Inti (Tonti): Tampil gagah dengan seragam kebanggaan, tim Tonti menunjukkan aksi baris-berbaris yang presisi. Langkah tegap dan kekompakan mereka mengundang decak kagum dari warga yang memadati sepanjang jalan.

  2. Kelas Khusus Olahraga (KKO): Menunjukkan sisi dinamis, para siswa KKO memberikan warna tersendiri dengan demonstrasi ketangkasan. Keikutsertaan KKO menjadi representasi semangat sportivitas generasi muda Seyegan.

  3. Pramuka: Sebagai simbol pengabdian dan cinta tanah air, kontingen Pramuka SMAN 1 Seyegan mengawal barisan dengan atribut lengkap, mencerminkan kesiapan pemuda dalam menjaga nilai-nilai luhur dan budaya bangsa.


Wujud Bakti pada Budaya Lokal

Keikutsertaan SMAN 1 Seyegan dalam Kirab Mbah Bergas bukan sekadar partisipasi formalitas. Hal ini merupakan bagian dari implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.

“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga ‘nyawiji’ atau menyatu dengan akar budayanya. Melalui kirab ini, siswa belajar menghormati sejarah leluhur seperti sosok Mbah Bergas,” ujar salah satu guru pendamping.

Antusiasme Masyarakat

Sepanjang rute dari lapangan sekolah hingga Ringin Petilasan di Ngino, sorak-sorai warga menyambut rombongan SMAN 1 Seyegan. Kehadiran para siswa memberikan energi baru dalam upacara adat yang bertujuan untuk memohon keselamatan serta wujud syukur atas melimpahnya hasil bumi di wilayah Seyegan.

Dengan suksesnya partisipasi ini, SMAN 1 Seyegan kembali membuktikan eksistensinya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul di dalam kelas, tetapi juga aktif berkontribusi dalam menjaga denyut nadi kebudayaan di tengah masyarakat Yogyakarta.