Di tengah tuntutan akademik yang padat, siswa-siswi SMAN 1 Seyegan membuktikan bahwa kesadaran lingkungan juga merupakan bagian integral dari pendidikan mereka. Lebih dari sekadar slogan, berbagai program dan kebiasaan baik telah mereka terapkan untuk memastikan lingkungan sekolah tetap bersih, indah, dan berkelanjutan.
Berikut adalah beberapa cara bagaimana murid-murid SMAN 1 Seyegan secara aktif berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekolah:
1. Budaya “Jumat Bersih” dan Piket Kelas Ketat
Setiap hari Jumat, seluruh warga sekolah, mulai dari guru hingga siswa, berpartisipasi dalam kegiatan “Jumat Bersih”. Area sekolah dibagi-bagi, dan setiap kelas bertanggung jawab untuk membersihkan bagian mereka. Ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga sarana edukasi tentang pentingnya kebersihan kolektif.
Selain itu, jadwal piket kelas dilaksanakan dengan sangat ketat. Setiap hari, ada tim piket yang memastikan kelas tetap rapi, bersih dari sampah, dan papan tulis siap digunakan. Sistem monitoring yang efektif dari guru dan anggota OSIS turut memastikan kepatuhan.
2. Pengelolaan Sampah Terpadu: Dari Pilah hingga Daur Ulang
SMAN 1 Seyegan telah menerapkan sistem pemilahan sampah yang cukup maju.
-
Tempat Sampah Terpilah: Tersedia tempat sampah khusus untuk organik, anorganik, dan sampah kertas di berbagai sudut sekolah.
-
Bank Sampah Sekolah: Beberapa kelas telah berinisiatif membentuk bank sampah mini yang mengumpulkan botol plastik, kertas, dan kardus. Hasil penjualannya sering kali digunakan untuk kas kelas atau kegiatan sosial.
-
Komposting: Untuk sampah organik dari kantin atau daun-daun kering, beberapa siswa yang tergabung dalam ekskul pecinta alam telah belajar membuat kompos, yang kemudian digunakan untuk menyuburkan tanaman di taman sekolah.
3. Gerakan “Anti Plastik Sekali Pakai”
Meskipun belum sepenuhnya bebas plastik, SMAN 1 Seyegan terus mendorong siswa dan guru untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
-
Bawa Botol Minum Sendiri: Kampanye aktif dilakukan untuk membawa botol minum reusable dan mengisi ulang di dispenser yang tersedia.
-
Kotak Makan dari Rumah: Siswa diajak membawa bekal dengan kotak makan dari rumah untuk mengurangi penggunaan styrofoam atau kemasan plastik di kantin.
4. Penghijauan dan Perawatan Taman
Lingkungan sekolah yang asri tidak akan terwujud tanpa program penghijauan.
-
Taman Kelas: Banyak kelas memiliki “taman kelas” masing-masing yang dirawat secara bergantian. Ini menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab.
-
Penanaman Pohon: Setiap ada acara khusus, seperti hari lingkungan atau kelulusan, sering diadakan kegiatan penanaman pohon di area sekolah atau sekitarnya.
5. Edukasi Berkelanjutan dan Peran OSIS
OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) memegang peran sentral dalam mengampanyekan pentingnya menjaga lingkungan.
-
Poster dan Kampanye: Membuat poster edukatif, mengumumkan informasi melalui pengeras suara, dan mengadakan lomba kebersihan kelas.
-
Ekskul Lingkungan Hidup: Ada ekskul khusus yang fokus pada kegiatan lingkungan, seperti penyuluhan, workshop daur ulang, atau kunjungan ke fasilitas pengolahan sampah.
Kesimpulan: Melalui kebiasaan baik, inisiatif kolektif, dan dukungan dari seluruh warga sekolah, SMAN 1 Seyegan telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya kondusif secara akademik, tetapi juga inspiratif dalam hal kepedulian lingkungan. Mereka adalah bukti nyata bahwa generasi muda memiliki kekuatan untuk membentuk masa depan yang lebih hijau.