Di dunia ini, terdapat empat skala suhu yang paling umum digunakan dalam ilmu pengetahuan dan kehidupan sehari-hari. Perbedaan utama mereka terletak pada titik beku dan titik didih air.
1. Mengenal Empat Skala Utama
-
Celsius (°C): Skala yang paling banyak digunakan di dunia (termasuk Indonesia). Didasarkan pada titik beku air (0°) dan titik didih air (100°).
-
Fahrenheit (°F): Umum digunakan di Amerika Serikat. Titik bekunya adalah 32° dan titik didihnya 212°.
-
Reamur (°R): Banyak digunakan di industri eropa di masa lalu. Titik bekunya 0° dan titik didihnya 80°.
-
Kelvin (K): Skala standar dalam sains (SI). Berbeda dengan yang lain, Kelvin tidak menggunakan derajat (°) karena dimulai dari nol mutlak, titik di mana tidak ada energi panas yang tersisa sama sekali.
2. Memahami Perbandingan Skala
Untuk memahami cara mengubah satu suhu ke suhu lainnya, kita perlu melihat perbandingan jarak antara titik beku dan titik didih pada masing-masing skala:
-
Celsius memiliki rentang 100 derajat (0-100)
-
Reamur memiliki rentang 80 derajat (0-80)
-
Fahrenheit memiliki rentang 180 derajat (32-212)
Jika disederhanakan, perbandingan angkanya adalah:
3. Rumus Cepat Konversi
Berikut adalah rumus sederhana jika Anda ingin mengubah angka dari satu skala ke skala lainnya:

4. Tips Mengingat dengan Cepat
-
Kelvin dan Celsius memiliki “langkah” yang sama. Jika suhu naik 1 derajat Celsius, maka ia juga naik 1 Kelvin. Bedanya hanya angka mulainya (Kelvin lebih besar 273).
-
Fahrenheit selalu terasa “lebih besar” angkanya. Suhu kamar yang nyaman adalah sekitar 25°C, tetapi dalam Fahrenheit itu adalah 77°F.
-
Titik Temu: Fakta unik, skala Celsius dan Fahrenheit akan menunjukkan angka yang tepat sama pada suhu -40°. Jadi, -40°C sama dengan -40°F!
Mengapa Kelvin Penting? Dalam ilmu fisika, Kelvin digunakan agar tidak ada angka “minus”. Suhu terdingin di alam semesta adalah 0 Kelvin. Tidak ada yang bisa lebih dingin dari itu!