Terletak di wilayah Seyegan yang masih asri, SMAN 1 Seyegan memiliki vegetasi yang cukup rimbun. Keberadaan pepohonan besar dan taman-taman sekolah yang terjaga menciptakan mikroklimat yang sejuk. Kondisi inilah yang menarik minat burung perkutut (Geopelia striata) untuk menjadikannya sebagai habitat alami.
Ada beberapa faktor mengapa sekolah ini menjadi tempat favorit bagi burung yang identik dengan budaya Jawa tersebut:
-
Ketersediaan Pakan: Area sekolah yang luas menyediakan biji-bijian dan serangga kecil yang melimpah.
-
Keamanan Terjamin: Kesadaran warga sekolah (siswa, guru, dan staf) untuk tidak berburu atau mengganggu keberadaan burung membuat satwa ini merasa aman untuk bersarang.
-
Ruang Terbuka Hijau: Pohon-pohon rindang di area parkir dan lapangan memberikan tempat bertengger yang ideal bagi perkutut untuk “manggung” (berkicau).
Nilai Edukasi dan Karakter
Menjadikan sekolah sebagai habitat burung perkutut bukan sekadar soal keindahan suara, tetapi juga mengandung nilai pendidikan yang mendalam bagi para siswa:
1. Laboratorium Alam yang Hidup
Siswa tidak perlu pergi jauh ke hutan untuk mempelajari ornitologi (ilmu tentang burung) atau ekosistem. Mereka dapat mengamati perilaku burung perkutut secara langsung di jendela kelas, mulai dari cara mencari makan hingga pola komunikasinya.
2. Penanaman Etika Lingkungan
Kehadiran burung-burung ini secara tidak langsung mendidik karakter siswa untuk memiliki rasa kasih sayang terhadap makhluk hidup. Ada pesan moral yang kuat bahwa manusia bisa berbagi ruang dengan alam tanpa harus merusaknya.
3. Terapi Psikologis (Self-Healing)
Suara anggungan perkutut yang khas dikenal memiliki efek relaksasi. Di tengah tekanan tugas dan ujian, suara alam ini memberikan suasana tenang yang dapat menurunkan tingkat stres siswa maupun guru, menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Upaya Pelestarian di Sekolah
SMAN 1 Seyegan berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian “tamu istimewa” ini. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
-
Larangan Berburu: Aturan tegas bagi siapa pun untuk tidak menangkap burung di area sekolah.
-
Penanaman Pohon Peneduh: Terus menambah koleksi tanaman yang mampu menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung bagi burung.
-
Kampanye Go-Green: Mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler dan proyek sekolah.
Kesimpulan
SMAN 1 Seyegan telah membuktikan bahwa kemajuan pendidikan tidak harus mengorbankan kelestarian alam. Dengan menjadi habitat bagi burung perkutut, sekolah ini memberikan teladan nyata tentang bagaimana institusi pendidikan dapat berperan aktif dalam konservasi keanekaragaman hayati lokal.