Kegiatan sekolah tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas atau melalui perjalanan jauh. Hal inilah yang dibuktikan oleh para siswa kelas XI SMAN 1 Seyegan yang tidak mengikuti kegiatan Outing Class Study (OCS) ke Pulau Bali. Alih-alih merasa tertinggal, mereka justru mendapatkan pengalaman yang tak kalah berharga melalui program magang dan edukasi berbasis kearifan lokal di Desa Wisata Pulesari, Turi, Sleman.

Kegiatan alternatif ini dirancang khusus oleh pihak sekolah agar seluruh siswa tetap mendapatkan pengalaman belajar kontekstual yang aplikatif, edukatif, dan menyenangkan. Desa Wisata Pulesari dipilih karena terkenal sebagai salah satu pelopor desa wisata berbasis pertanian, konservasi alam, dan budaya yang sukses di Yogyakarta.

Belajar Langsung dari Alam dan Budaya Lokal

Selama kegiatan magang, para siswa tidak hanya berperan sebagai pengunjung, tetapi dilibatkan secara langsung dalam berbagai unit pengelolaan wisata. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempelajari aspek-aspek penting dalam industri pariwisata kerakyatan (community-based tourism):

  • Manajemen Ekowisata: Siswa diajak memahami bagaimana sebuah desa mengelola potensi alam dan pertanian (seperti kebun salak pondoh) menjadi daya tarik wisata edukatif yang berkelanjutan.

  • Pelayanan Wisata (Hospitality): Para siswa belajar langsung cara menyambut tamu, memandu kegiatan outbound, serta mendampingi wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke Pulesari.

  • Pengembangan UMKM & Kuliner Tradisional: Siswa mendalami proses pengolahan produk lokal khas Pulesari, mulai dari pengelolaan hasil pertanian hingga teknik pemasaran produk kreatif lokal.

  • Pelestarian Seni dan Budaya: Diperkenalkan pula nilai-nilai tradisi lokal, termasuk keikutsertaan dalam pelatihan seni karawitan dan permainan tradisional yang menjadi bagian dari paket edukasi desa wisata.

Membentuk Karakter Mandiri dan Berjiwa Wirausaha

Kepala SMAN 1 Seyegan menyampaikan bahwa program magang ini merupakan bentuk komitmen sekolah untuk memberikan pengalaman belajar yang inklusif. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk melihat langsung potensi ekonomi kreatif yang ada di daerah sendiri.

Para peserta magang pun mengaku sangat antusias. Salah satu siswa kelas XI mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan sudut pandang baru mengenai dunia pariwisata.

Inspirasi dari Desa untuk Masa Depan

Kegiatan magang ini ditutup dengan evaluasi dan presentasi hasil kerja kelompok dari para siswa, di mana mereka memberikan ide-ide kreatif untuk pengembangan promosi digital Desa Wisata Pulesari ke depannya.

Langkah inovatif SMAN 1 Seyegan ini membuktikan bahwa keterbatasan anggaran atau pilihan kegiatan bukanlah halangan untuk tetap produktif. Pengalaman magang di Desa Wisata Pulesari tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga menanamkan kebanggaan pada diri siswa terhadap kekayaan lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Sleman.