SEYEGAN – Semangat pelestarian budaya terpancar kuat di lingkungan SMAN 1 Seyegan. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang ke-271, sekolah ini menggelar perhelatan Kirab Budaya yang meriah pada Jumat 13 Februari 2026. Mengusung tema filosofis “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”, acara ini diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan penuh antusiasme.

Filosofi di Balik Tema

Tema yang diangkat, Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku, memiliki makna mendalam bagi insan pendidikan. Secara harfiah, tema ini mengajak setiap individu untuk:

  • Mulat Sarira: Melakukan introspeksi atau mawas diri atas apa yang telah dilakukan.

  • Jumangkah Jantraning Laku: Melangkah mantap mengikuti roda perjalanan hidup dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Kepala Sekolah SMAN 1 Seyegan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya nyata untuk menanamkan pendidikan karakter berbasis budaya (Pendidikan Khas Kejogjaan) kepada para siswa.


Kemeriahan Barisan Kirab

Sejak pagi hari, halaman sekolah telah bertransformasi menjadi lautan warna-warni busana tradisional. Prosesi kirab menampilkan berbagai kreativitas siswa, di antaranya:

  1. Bergada Siswa: Barisan prajurit ala keraton yang diperankan oleh siswa dengan langkah tegap dan iringan musik perkusi.

  2. Gunungan Hasil Bumi: Sebagai simbol rasa syukur, para siswa mengarak gunungan yang berisi sayuran, buah-buahan, dan hasil bumi lainnya.

  3. Pakaian Adat Gagrak Ngayogyakarta: Peserta didik dan jajaran guru tampil anggun mengenakan busana kebaya lurik dan surjan, lengkap dengan kain batik bermotif pakem.

  4. Display Kesenian: Sepanjang rute kirab, ditampilkan pula berbagai atraksi seni seperti tari tradisional hingga selawat yang menunjukkan akulturasi budaya yang harmonis.


Menanamkan Nilai Keistimewaan

Kirab budaya ini menempuh rute di sekitar wilayah Seyegan, yang disambut hangat oleh masyarakat setempat. Hal ini menjadi bukti bahwa sekolah mampu menjadi agen pelestari budaya di tengah gempuran modernisasi.

“Melalui Kirab Budaya ini, kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat. Mereka harus bangga menjadi bagian dari Yogyakarta yang memiliki sejarah panjang selama 271 tahun ini,” ujar perwakilan panitia pelaksana.

Acara ditutup dengan prosesi Rayahan Gunungan, di mana seluruh warga sekolah bersama-sama mengambil hasil bumi sebagai simbol keberkahan dan kebersamaan. Perayaan Hari Jadi DIY ke-271 di SMAN 1 Seyegan ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk terus “melangkah” maju tanpa melupakan jati diri mereka sebagai wong Jogja.